Nama : yosefat kapitan linus
NIM : 321200029
Kelas : A pagi semester VI
MK : E-Lerning
Pemuaian Panjang
Sebagian besar
material memuai ketika dipanaskan. Jembatan dan trotoar dibuat dengan celah di
antara bagian padat sehingga mempunyai ruang untuk memuai karena pemanasan di
musim panas. Pada saat cuaca dingin, bagian tersebut menyusut dan celah menjadi
lebih besar. Roda kereta api dipanaskan sebelum ditempatkan pada as nya
sehingga ketika dingin, menyusut dan tergantung rapat. Bola logam yang baru
saja melewati sebuah cincin akan menempel jika dipanaskan, tetapi dengan mudah
lewat setelah dicelupkan ke dalam air es. Tidak begitu dengan pita karet di
bawah tekanan. Panaskan pita karet yang teregang, dan karet akan menyusut;
dinginkan dan karet akan mengembang. Perilaku yang aneh tersebut dilakukan oleh
struktur seperti rantai dari molekul karet.
Bayangkan karet di
bawah tegangan seperti buntelan rantai yang diregangkan, dengan panas
menggoncangkan rantai. Semakin keras rantai di goncang, semakin kuat tarikan
rantai menarik ujungnya, sehingga menyusut. Kamu dapat menggunakan sifat panas
biasa pita karet untuk membuat alat merespon panas. Alat tersebut tidak mau
dihidupkan dengan lokomotif, tetapi kamu akan mendapatkan ide bagaimana dengan
mesin pemanas (sebuah mesin yang memindahkan panas menjadi energi mekanik)
dapat bekerja dengan skala yang lebih besar.
Alat dan Bahan
- Kaca
mata pengaman (digunakan ketika memanaskan dan menangani pita karet)
- Gunting
- Pemberat
yang ada kaitnya
- Berbagai
jenis pita karet
- Tip-ex
- 2
cincin penyangga (atau buat oleh kamu sendiri dari bahan yang bisa
nenegakkan pita,seperti tripod kamera atau potongan kayu
- Es
secukupnya
- Lampu
atau senter
- Beberapa
klem dan sebuah katrol (kamu bisa menemukan semua jenis klem dan katrol di
toko alat-alat rumah tangga atau bahan logam
- Kawat
- Penggaris
Pakai kaca mata
pengaman dan pegang pita karet di depan kamu. Sebelum meregangkannya, sentuhkan
ke bibir kamu untuk merasakan temperaturnya. Sekarang regangkan sepanjang dan
sekuatnya, dengan cepat, dan bawa kembali ke bibir kamu, dalam keadaan
teregang. Terasakah panasnya? Kamu membentuk kerja pada pita karet, dan energi
yang kamu berikan berubah menjadi panas. Setelah menunggu beberapa detik pita
karet (masih teregang) kembali ke temperatur ruang, lepaskan tarikan pada pita
karet dengan cepat dan biarkan menyusut, bawa kembali ke bibir kamu. Seharusnya
terasa dingin sekarang, karena menyerap panas.
Langkah Pembuatan
- Susun dua penyangga berdekatan satu sama lain,
jaraknya 20 cm satu sama lain. Kamu bisa mengatur jarak seperlunya untuk
menyangga pita karet.
- Klem katrol ke satu penyangga, lebih kurang 20 cm
dari dasarnya, sehingga bidang katrol vertikal.
- Potong pita karet dan klem ujung yang satu ke
penyangga lainnya pada ketinggian yang sama dengan katrol. Lewatkan ujung
yang satu lagi ke katrol (Jika penyokong kamu bergerak, kamu mungkin perlu
meletakkan pemberat pada pentokong atau klem ke meja).
- Gantung pemberat pada ujung pita karet yang bebas
sehingga pita karet teregang melalui katrol dan pemberat tergantung bebas.
Tandai sebuah titik pada katrol dengan tip-ex.
- Dengan pelan gosok sepotong es kotak sepanjang
pita karet, maju mundur, selama 1 menit Apa yang terjadi pada lempeng
katrol.
- Sorotkan lampu pemanas pada pita karet. Sekarang
apa yang terjadi?
- Selanjutnya
kamu dapat merancang kembali peralatan kamu untuk sensitifitas dan gerakan
yang maksimum. Variasikan panjang dan jenis pita karet. Lakukan eksperimen
dengan sekumpulan pita karet, atau material lain, seperti kawat. Ketika
kamu menggunakan kawat, bagaimana perbedaan gerakan katrol dibanding
ketika kamu menggunakan karet?
